Senin, 06 Mei 2013

Ku_sia-siakan 1 hari

Galih dan ratna. Sebut saja begitu.
Dua orang anak manusia yang sudah saling mengenal satu sama lain dengan amat dekat.
Bahkan mungkin mereka sudah sama-sama suka, sayang, dan saling jatuh cinta.
Ya,, angin malam saja tau apa yang sudah mereka rasakan. Karna angin malam tak mampu lagi membuat mereka merasa dingin tatkala berdua. Terik mentari pun tak mampu menembus kulit dua insan yang sedang dimabuk asmara dengan hikmatnya.

Setiap hari mereka mengenal, setiap hari mereka dekat, walaupun hanya sebatas berkomunikasi dengan telephon dan sebaris pesan singkat. Kata-kata sayang, cemburu, gombal,, telah membuat mereka kenyang dalam situasi yang sebenarnya cukup memprihatinkan. Terjadi sesuatu, suatu hal yang bahkan tak selayaknya untuk diungkapakan. Suatu kesakitan, kesakitan yang tak ingin untuk diadukan. Namun dibalik segala ketidaksanggupan itu pasti ada harapan. Harapan indah yang selalu tersirat setiap hari, setiap jam dan detiknya. Berharap suatu saat waktu akan berpihak pada mereka.

Tanggal 3 mei 2013, untuk pertama kalinya galih meminta ratna untuk menjadi kekasihnya.
Diatas motor yang disetir galih, sepanjang rute seraya menuju batu aji, alangkah bahagianya ratna. Harapan yang selama ini dia tanam akhirnya akan berbuah manis. Tapi ada yang masih mengganjal dihati ratna, membuat bibirnya kaku dan ragu akan permintaan galih. Kata mungkinkah terbesit dalam hatinya. Membuatnya harus berfikir dengan cukup lama. Mengapa dia tak mampu menjawabnya, bukankah ini yang dia harap dalam setiap sela doanya selama ini.? Entahlah, mungkin sesuatu telah merasuki hati ratna dengan tiba-tiba.

Hingga sampai dirumah, ratna belum juga bisa menjawab pertanyaan galih yang memang sepanjang jalan terus saja menanyainya. Malam itu, ratna hanya bisa tergolek lemas diatas kasurnya. Pandangannya kosong, berpacu entah kemana, berlomba dengan seribu kata tanya yang tengah mencari jawaban yang seakan berada di salah satu sudut atap kamarnya. Sesekali dia memejamkan matanya sambil mengulur nafas panjang dan menggulungnya cepat-cepat. Kini hati dan fikirannya tengah melayang-layang dan terombang-ambing di langit-langit kamar.

Ratna tahu, galih bukanlah pria dengan 7 wanita disetiap minggunya. Sekarang dia adalah pria yang setia. Dia juga berkomitmen kedepan dengan sangat bijaksana. Tapi tetap saja, masa lalu tak mungkin hilang dengan seketika saja. Sejarah cintanya yang sangat memuakkan telinga itu cukup membuat ratna berdebar-debar, khawatir sejarah itu akan diulangnya lagi seperti roda. Sebenarnya ratna tak ingin berfikir negatif, dia amat menyayangi galih, dan dia pun tau galih amat menyayangi ratna.

Kini, tiba saatnya ratna untuk menjawab pertanyaan galih kemarin, namun apa yang didapat ratna, tanggal 5 mei 2013, galih tak mau mendengar jawaban dari ratna. Mungkin memang suatu kesalahan terbesar dalam hidup ratna, telah menyia-nyiakan 1 hari, membiarkan galih menunggu. Kini ratna pun harus menerima kenyataan bahwa galih tak lagi menginginkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar