Galih dan ratna.
Sebut saja begitu.
Dua orang anak
manusia yang sudah saling mengenal satu sama lain dengan amat dekat.
Bahkan mungkin
mereka sudah sama-sama suka, sayang, dan saling jatuh cinta.
Ya,, angin malam
saja tau apa yang sudah mereka rasakan. Karna angin malam tak mampu lagi
membuat mereka merasa dingin tatkala berdua. Terik mentari pun tak mampu
menembus kulit dua insan yang sedang dimabuk asmara dengan hikmatnya.
Setiap hari mereka
mengenal, setiap hari mereka dekat, walaupun hanya sebatas berkomunikasi dengan
telephon dan sebaris pesan singkat. Kata-kata sayang, cemburu, gombal,, telah
membuat mereka kenyang dalam situasi yang sebenarnya cukup memprihatinkan. Terjadi
sesuatu, suatu hal yang bahkan tak selayaknya untuk diungkapakan. Suatu
kesakitan, kesakitan yang tak ingin untuk diadukan. Namun dibalik segala
ketidaksanggupan itu pasti ada harapan. Harapan indah yang selalu tersirat
setiap hari, setiap jam dan detiknya. Berharap suatu saat waktu akan berpihak
pada mereka.
Tanggal 3 mei
2013, untuk pertama kalinya galih meminta ratna untuk menjadi kekasihnya.
Diatas motor yang
disetir galih, sepanjang rute seraya menuju batu aji, alangkah bahagianya
ratna. Harapan yang selama ini dia tanam akhirnya akan berbuah manis. Tapi ada
yang masih mengganjal dihati ratna, membuat bibirnya kaku dan ragu akan
permintaan galih. Kata mungkinkah terbesit dalam hatinya. Membuatnya harus
berfikir dengan cukup lama. Mengapa dia tak mampu menjawabnya, bukankah ini
yang dia harap dalam setiap sela doanya selama ini.? Entahlah, mungkin sesuatu
telah merasuki hati ratna dengan tiba-tiba.
Hingga sampai
dirumah, ratna belum juga bisa menjawab pertanyaan galih yang memang sepanjang
jalan terus saja menanyainya. Malam itu, ratna hanya bisa tergolek lemas diatas
kasurnya. Pandangannya kosong, berpacu entah kemana, berlomba dengan seribu
kata tanya yang tengah mencari jawaban yang seakan berada di salah satu sudut
atap kamarnya. Sesekali dia memejamkan matanya sambil mengulur nafas panjang
dan menggulungnya cepat-cepat. Kini hati dan fikirannya tengah melayang-layang
dan terombang-ambing di langit-langit kamar.
Ratna tahu, galih
bukanlah pria dengan 7 wanita disetiap minggunya. Sekarang dia adalah pria yang
setia. Dia juga berkomitmen kedepan dengan sangat bijaksana. Tapi tetap saja,
masa lalu tak mungkin hilang dengan seketika saja. Sejarah cintanya yang sangat
memuakkan telinga itu cukup membuat ratna berdebar-debar, khawatir sejarah itu
akan diulangnya lagi seperti roda. Sebenarnya ratna tak ingin berfikir negatif,
dia amat menyayangi galih, dan dia pun tau galih amat menyayangi ratna.
Kini, tiba saatnya
ratna untuk menjawab pertanyaan galih kemarin, namun apa yang didapat ratna,
tanggal 5 mei 2013, galih tak mau mendengar jawaban dari ratna. Mungkin memang
suatu kesalahan terbesar dalam hidup ratna, telah menyia-nyiakan 1 hari, membiarkan
galih menunggu. Kini ratna pun harus menerima kenyataan bahwa galih tak lagi
menginginkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar