Jumat, 18 Oktober 2013

Yang benar saja

Hahahah...
Mungkin hanya logat itu yang bisa aku lontarkan acapkali ketiban sebuah pujian. Bukan tanpa alasan, sengaja ku favoritkan logat itu karna menurutku hanya itu(hahaha) yang bisa mewakili semua kata. Rasanya memang menyenangkan mendengar seseorang menghujat kita dengan pujian-pujiannya. Tapi bisa juga terasa amat sangat menyakitkan tatkala dalam pujian itu nyelip selampir hujatan penuh makna.

"Kau cantik hari ini", ku dapatkan pujian itu hampir setiap pagi di lobi sekolah. Jujur saja, itu sempat membuatku salah tingkah.
"Ibuk cantiiiiikkk..", sapaan itu yang selalu ku dengar disela hari-hariku yang melelahkan(kecuali hari minggu). Terimakasih nak,, itu cukup membuat pipi ibuk kepanasan. Sudah, cukup cukup, nanti lama-lama ibuk bisa kebakar. Memang, setiap orang pasti suka apabila dirinya dipuji oleh orang lain, mungkin aku pun termasuk didalamnya. Bukankah sebenarnya semua pujian itu sebagai tanda kalau kita baik dimata orang lain bukan,??. Tak heran kalau dijaman sekarang ini banyak orang yang berlomba-lomba melakukan kebaikan semata-mata untuk mendapatkan simpati dan pujian dari orang lain.
Namun bukan tidak mungkin kalau kita bisa bosan mendengar pujian yang sama disetiap harinya, muak bahkan. Aku rasa yang seperti itu sudah tidak benar, pasti terdapat kebohongan didalamnya alias pujian yang mereka lontarkan sudah tidak sesuai dengan kenyataan alias bohong belaka.

Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan seorang ibu paruh baya, setelah kutilik, rupanya beliau adalah salah satu PNS di kota tercintaku ini. Kami sempat saling melontar tawa, beliau pun sempat bercerita sepanjang rel kereta, tentang hidupnya dan keluarga tercintanya. Namun, tetiba aku tercengang, aku terdiam saat beliau berkata "kamu ini calon mantu idaman ibuk", ditambah lagi dengan serentetan pujian-pujiannya. Lagi-lagi aku hanya bisa melontarkan logat andalanku, "hahahahah". Ku lihat beliau hanya tersenyum lembut melihat wajahku yang entah berwarna apa kala itu, aku pun tak berani melirik kearah cermin yang tengah bersandar tepat dibahu kiriku. Aku tak tau, mengapa beliau berucap sedemikian lucu menurutku. Ditambah lagi, beliau mendemonstrasikan putra sulungnya padaku. Makin tergelitik perutku, terasa diraba oleh tangan-tangan ayam yang berbulu. Rasanya sulit membuatku terharu biru saat itu, aku terlalu bergempita oleh ucapan-ucapan seorang ibu. Begitu tinggi beliau menyanjungku, begitu besar beliau mengharapku.*Yang benar saja
Aduh aduh... Untung saja aku tak terayu. :D

Kita kan baru kenal bu.,, jangan mengambil kesimpulan seexpress itu.. :D

Kamis, 10 Oktober 2013

Bodohnya aku,

Di kamar,,,
Rabu, 9 Oktober 2013
22:59 WIB

Malam ini aku gak bisa tidur,
Air mataku tak terbendung,
Malam ini seluruh organ tubuhku serasa mengkerut, perut melilit, kepala cenut-cenut.
Tapi semua rasa sakit itu tak seberapa bila dibandingkan dengan kesakitan hatiku. Luarr dalam. Lebih dari sekedar biasa.
Lengkap sudah penderitaanku sebagai seorang wanita yang memang tak seberapa ini.
Baru ku sadari betapa bodohnya aku selama ini dan betapa benarnya dia. Memang, bukan orang bodoh namanya kalo menyadari kebodohannya itu diawal. Tapi aku bersyukur, Allah telah menyadarkanku hari ini, bukan nanti, besok atau lusa. Jadi aku tak perlu lebih berlama-lama lagi menjadi orang bodoh dan akan semakin bodoh.
Aku berjanji, demi diriku dan suku bangsaku, aku akan menjadi orang yang pintar dan cermat. Mulai malam ini, tak akan ku ulangi segala kebodohanku lagi. Biarlah apa kata mereka, biar saja anjing menggonggong sesuka hatinya. Aku tak perduli. Aku muak menjadi orang baik. Orang baik selalu ditindas oleh orang yang kurang baik atau orang yang selalu menganggap dirinya itu lebih pantas untuk dikatakan baik.

Seperti yang pernah aku bilang pada postingan sebelumnya. Menjadi orang jahat itu penting pada saat-saat tertentu dan pada orang-orang tertentu. Mungkin ini adalah waktunya. Waktuku untuk cuti menjadi orang baik. Karna aku lelah diperlakukan sedemikian ini. Aku hanya berusaha selalu bersikap baik kepada orang lain apalagi kepada sesama teman, mencoba untuk saling membantu dan saling memahami satu sama lain. Namun nihil yang kudapat. Mungkin memang benar adanya, karakter orang itu berbeda-beda. Satu wajah saja bisa memiliki berjuta muka. Mungkin semua kebaikan yang telah kulakukan belum cukup bagi mereka. Lantas aku harus menjadi seperti apa?? Entahlah... Semua yang kulakukan itu tiada harganya.

Aku cukup tau saja. Menganalmu sekian lama semakin membuatku tau kamu seperti apa. Dan mungkin  hari ini adalah puncak dari semuanya. Sudah cukup ku mengenalmu. Sampai disini saja aku memahamimu. Maaf,, aku tak bisa lagi ada untukmu karna aku memang tak mau. Aku sadar betul atas semua pemikiranku, kamu memang tak pantas untuk diperhitungkan dalam kategori itu. Orang yang selalu memujamu dan menganggapmu hebat itu, tak akan selamanya memandangmu dengan mata berbinar seperti saat ini. Cahaya itu akan redup dengan seketika. Dia akan tau seperti apa kamu sesungguhnya. Eksistensimu akan sirna seiring terbenamnya sang surya. Maaf kawan, bukannya aku menghujat. Kamu memang tak pantas disebut sobat.


Sabtu, 05 Oktober 2013

Jahat itu penting (saat diperlukan)

Menjadi orang jahat itu tidak baik. Terlalu baik pun tidak baik juga. Ada baiknya kalo keduanya itu seimbang saja. Agar tidak tumpang tindih maka keduanya dibuat sama rata. Jangan gigi saja yang dipagar agar rapi dan rata, harusnya kelakuan juga. Menjadi orang jahat itu susah, apalagi seperti saya ini yang sudah terlahir sebagai orang yang baik hati. Sudah baik, pintar, cantik, rajin mengaji, rajin menabung lagi,, *hahhaaha. Habis gak ada yang memuji sih, jadinya ya dipuji sendiri. :D

Tak bisa dipungkiri, terkadang memang membosankan menjadi orang baik. Apalagi kalau kebaikan yang saya lakukan itu dimanfaatkan oleh orang lain semata demi kepentingan mereka pribadi. Rasanya memuakkan melihat face mereka yang mentertawakan kepolosan dan kesusahan saya, mereka tau saya tidak akan marah melihat mereka melakukan itu. Saya pun tau saya tidak mampu untuk meluapkan kemarahan saya pada mereka. Mungkin saya bisa ikut melenggang tawa bersama mereka, mentertawakan diri saya sendiri dengan polosnya. Dan pada saat itu saya merasa tengah mengenakan masker bengkoang yang sangat tebal hingga tak seorangpun tau mimik wajah saya.

Menjadi orang jahat itu penting. Penting untuk menjaga keselarasan soul kita. Jahat disini bukan berarti kita harus melakukan kekerasan kepada orang lain, bukan juga harus merampok atau melakukan mutilasi seperti yang ada di koran atau berita TV setiap hari. Karna yang seperti itu namanya bukan jahat, melainkan penjahat. Menjadi jahat disini semata-mata untuk mempertahankan posisi berdiri saja agar tak mudah digeser atau ditumbangkan dengan mudah oleh orang lain. Pada hakikatnya ini adalah salah satu bentuk benteng pertahanan diri. Tupai mempertahankan dirinya dengan cara mengeluarkan bau tidak sedap dari lubang anusnya (bisa dibilang kentut) agar tidak ada pengganggu yang mendekat dan mengancam keselamatannya. Begitu pula dengan manusia seperti saya, mungkin dengan bersikap jahat pada orang-orang pengganggu akan membuat mereka perlahan-lahan jera untuk mengganggu saya, syukur-syukur lagi kalau mereka bisa merubah sikap mereka menjadi orang yang lebih baik. Sebenarnya mereka baik, saya tau itu, hanya saja terkadang sikap mereka terasa sangat jahat terhadap saya dan mengancam prioritas hidup saya.

Tentu saja, menjadi jahat itu hanya perlu dilakukan sekali-sekali saja bila memang dirasa perlu untuk melakukannya. Setelah semuanya dianggap beres dan telah kembali membaik pada posisi semula, sikap itu harus dibuang dulu dari peradaban umat manusia. ;)

Jumat, 04 Oktober 2013

First tresno

"witing tresno jalaran soko kulino".
Mungkin telinga kita udah gak asing lagi ya dengan slogan itu. Slogan dari jawa yang sudah membahana ke seluruh jagat raya. *hahaha
Lagi-lagi ngomongin soal tresno, tresno itu emang gak pernah ada matinya, bukan karna punya banyak nyawa tapi karna tresno mangkalnya di dalam dada bukan di perempatan jalan kayak tresno abang bakso di kampung saya. Kalo tresno yang itu mungkin nyawanya Cuma satu kali yaa,,

Tresno itu bisa kepada siapa saja tanpa memandang rupanya, status sosialnya, usianya, bahkan jenis kelaminnya. Wah,, kalo yang terakhir itu sih sudah tak wajar namanya. Tapi walau bagaimanapun yang seperti itu juga manusia ciptaan Allah yang patut untuk dihargai ya, mungkin nasibnya saja yang kurang beruntung karna belum bisa menjalani hidup dengan sebagaimana kodratnya.

Sebagian besar manusia mengaku telah berulang kali tresno dengan lawan jenisnya hingga mampu dengan pede membuat daftar nama mantan kekasihnya yang sepanjang struk belanja.  Ada yang sengaja berlomba-lomba mengabadikan ketresnoan mereka untuk sekedar dipamerkan dan dibagikan kepada publik. Banyak cara yang bisa dilakukan manusia untuk menunjukkan rasa tresnonya pada suatu hal. Itu bagus. *cakep
 Tapi sayangnya tak banyak yang mau berlomba untuk menunjukkan tresnonya pada penciptanya, yang seharusnya menjadi first tresno manusia. Sejatinya memang bukan hal yang gampang untuk tresno pada sesuatu yang tak terlihat dan hanya bisa dirasa. Tapi justru itulah soulnya. Tresno itu untuk dirasa, bukan dilihat dengan mata. Jadi sebenarnya sejatine tresno iku yo gusti Allah, gak bisa dilihat, tapi selalu ada di dalam dada.

Tresno itu bisa didapat karna terbiasa. Saya sendiri bisa tresno dengan pacar saya karna terbiasa bertemu dengannya. Group band indonesia sekarang pun banyak yang memiliki judul lagu sahabat jadi cinta. Karna itu memang benar adanya, tresno akan hadir seiring dengan kebersamaan. Sebenarnya sahabat dengan pacar itu bedanya tipis saja. Sahabat bisa saja menjadi  pacar, begitupun sebaliknya, pacar bisa juga menjadi sekaligus sahabat. Tinggal pilih saja mau punya pacar atau sahabat. Toh dua-duanya sama tresnonya. Lebih bagus lagi kalu punya kedua-duanya. ;)


Saya sering melihat sebagian besar orang rela mengeluarkan biaya banyak untuk seseorang atau untuk hobi yang ditresnonya. Terkadang saya pun begitu. Tanpa rasa eman, demi untuk memuaskan hasrat saya. Tapi saya juga berfikir, apa yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan ketresnoan saya pada first tresno saya? Sedangkan untuk menjalankan perintahnya saja saya tak selalu iya. Mungkin setelah ini saya harus sering-sering bertemu dan meluangkan waktu denganNya agar saya bisa lebih tresno padaNya. Semoga DIA mau menjadi kekasih sejati saya. *amiin... 

Selasa, 07 Mei 2013

Satu rasa --> unik

Ada yang penasaran nih teman,,
Dan semalem ada yang nanyak kenapa di postingan aku yang sebelumya endingnya gak sama dengan kisah nyatanya,. :D
Ya udah, biar gak penasaran lagi, khususnya buad eme alias dhyan ermi sari, Nih, simak baik_^ yaa,,, ;)
Check it dot...!!

Pagi itu, 5 mei 2013 ratna masih tergolek diatas tempat tidurnya. Sisa leleh semalam masih menggantung di pundaknya. Rambutnya yang keriting cetar itu makin membahana bak tertiup badai. Setelah sebentar mengucek mata, dibukanya laptop yang ternyata dari semalam hanya tertidur bersamanya (belum dimatikannya). Terpampang 2 wajah dilayarnya, wajah yang sangat dikenalnya. Yang selalu membuat senyumnya mengembang luar biasa. "Ya Allah...", tiba_^ saja matanya berkaca_^ (sambil menopang kedua sisi kepalanya). Ternyata dia teringat dengan peristiwa dini hari tadi, saat harapannya pupus bersama cinta yang tak sampai. `Duh neng.. Kayaknya jauh banget ya, kagak nyampek_^.`

"selamat pagi sayang", sebaris pesan singkat dari galih nyengir di layar hape ratna. "hmmm,,, masih inget aku jugak dia", gerutunya sambil manyun. :/
Terjadi sedikit perdebatan dipagi itu, cukup lah membuat ratna kenyang dengan suguhan itu. Mungkin hanya perlu ditambah segelas susu saja untuk menjadi  sempurna. Namun siapa sangka, perdebatan singkat itu ditutup dengan sebuah senyum kembang. "hari ini kami resmi jadian", sambil mendekap si pupa (boneka tedy miliknya), ratna berguling-guling kegirangan di atas kasurnya. ~saking senengnya~

Mulai hari itulah, kisah baru dimulai, sebuah kisah yang entah akan membawa keduanya kemana. Kepada siapa, dan bagaimana jalannya. Tak ada seorangpun yang tau akan hal itu.  Yang paling pasti untuk sekarang adalah.. Mereka berdua saling menyayangi. :)
Terkadang terbesit sebuah kekhawatiran dari diri mereka, kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu untuk dikhawatirkan. Terlintas sebuah keseganan, keseganan yang seharusnya tidak untuk disegankan. Tapi itulah mereka, 2 pribadi yang sebenarnya banyak kesamaan. Sama_^ tertutup oleh rasa unik yang tak terungkapkan.
Itulah mereka, galih & ratna. :)

Senin, 06 Mei 2013

Ku_sia-siakan 1 hari

Galih dan ratna. Sebut saja begitu.
Dua orang anak manusia yang sudah saling mengenal satu sama lain dengan amat dekat.
Bahkan mungkin mereka sudah sama-sama suka, sayang, dan saling jatuh cinta.
Ya,, angin malam saja tau apa yang sudah mereka rasakan. Karna angin malam tak mampu lagi membuat mereka merasa dingin tatkala berdua. Terik mentari pun tak mampu menembus kulit dua insan yang sedang dimabuk asmara dengan hikmatnya.

Setiap hari mereka mengenal, setiap hari mereka dekat, walaupun hanya sebatas berkomunikasi dengan telephon dan sebaris pesan singkat. Kata-kata sayang, cemburu, gombal,, telah membuat mereka kenyang dalam situasi yang sebenarnya cukup memprihatinkan. Terjadi sesuatu, suatu hal yang bahkan tak selayaknya untuk diungkapakan. Suatu kesakitan, kesakitan yang tak ingin untuk diadukan. Namun dibalik segala ketidaksanggupan itu pasti ada harapan. Harapan indah yang selalu tersirat setiap hari, setiap jam dan detiknya. Berharap suatu saat waktu akan berpihak pada mereka.

Tanggal 3 mei 2013, untuk pertama kalinya galih meminta ratna untuk menjadi kekasihnya.
Diatas motor yang disetir galih, sepanjang rute seraya menuju batu aji, alangkah bahagianya ratna. Harapan yang selama ini dia tanam akhirnya akan berbuah manis. Tapi ada yang masih mengganjal dihati ratna, membuat bibirnya kaku dan ragu akan permintaan galih. Kata mungkinkah terbesit dalam hatinya. Membuatnya harus berfikir dengan cukup lama. Mengapa dia tak mampu menjawabnya, bukankah ini yang dia harap dalam setiap sela doanya selama ini.? Entahlah, mungkin sesuatu telah merasuki hati ratna dengan tiba-tiba.

Hingga sampai dirumah, ratna belum juga bisa menjawab pertanyaan galih yang memang sepanjang jalan terus saja menanyainya. Malam itu, ratna hanya bisa tergolek lemas diatas kasurnya. Pandangannya kosong, berpacu entah kemana, berlomba dengan seribu kata tanya yang tengah mencari jawaban yang seakan berada di salah satu sudut atap kamarnya. Sesekali dia memejamkan matanya sambil mengulur nafas panjang dan menggulungnya cepat-cepat. Kini hati dan fikirannya tengah melayang-layang dan terombang-ambing di langit-langit kamar.

Ratna tahu, galih bukanlah pria dengan 7 wanita disetiap minggunya. Sekarang dia adalah pria yang setia. Dia juga berkomitmen kedepan dengan sangat bijaksana. Tapi tetap saja, masa lalu tak mungkin hilang dengan seketika saja. Sejarah cintanya yang sangat memuakkan telinga itu cukup membuat ratna berdebar-debar, khawatir sejarah itu akan diulangnya lagi seperti roda. Sebenarnya ratna tak ingin berfikir negatif, dia amat menyayangi galih, dan dia pun tau galih amat menyayangi ratna.

Kini, tiba saatnya ratna untuk menjawab pertanyaan galih kemarin, namun apa yang didapat ratna, tanggal 5 mei 2013, galih tak mau mendengar jawaban dari ratna. Mungkin memang suatu kesalahan terbesar dalam hidup ratna, telah menyia-nyiakan 1 hari, membiarkan galih menunggu. Kini ratna pun harus menerima kenyataan bahwa galih tak lagi menginginkannya.

Minggu, 05 Mei 2013

Endda teng_Day :D


Banyak hal yang bisa membuat kita heboh sendiri sampek kita gak perduli dengan orang lain dan gak sadar kalo yang kita lakukan itu udah diluar batas nalar orang lain,.
Kayak sahabat aku satu ini misalnya,.
Eme,. Yup. Itu nama sandang dia dari aku.
Sebenernya nama aslinya Dhyan ermi sari, tapi aku panggil dia eme sebagai panggilan sayang aku sama dia.. Kan aku sayang dia, love u eme,. :)

Jadi hari ini, paz tanggal 5 mei, cowok si eme ultah. Namanya Candra, tapi aku sering panggil dya Endda. Panggilan kesayangan jugak.
Heboh banget persiapannya. Sampek_^ saking sayangnya dia ama cowoknya itu, dia udah ngrencanain ini dari 3 minggu sebelum hari teng nya.. Uuuhh... Aku pun dibuat pusing jugak sama dia, tapi gak papa,, apapun akan kulakukan untukmu me,. :)

Sebenernya persiapannya gak banyak sih,, cuman orangnya yang terlalu heboh aja mungkin. Jadi nampaknya agak sedikit membuyarkan pikiran. Nyarik kado misalnya, mikirnya ajah ampek 14 hari 14 malam.. Ahahah. Bingung mau ngasih apa katanya, tapi akhirnya dia ngasih al-Quran buad si endda. Iya lha,,, secara si endda kan calon pak ustad.. Haha
Aku aja sering kenak ceramah sama dia, dari kelakuan sampek gaya busana pun di ceramahin dia, tapi aku tau kok, itu semata-semata karna dia perduli.. Makasih ea ndaa.. :)
Semoga sukses jadi pak ustad, kan siapa tau aja nantik bisa jadi penerusnya Uje. Hehe

Malam ini, eme, aku, ama aim nyiapin little surprise party buad dya. Tapi bukannya dia yang terkejut, tapi malah kami yang dibuat terkejut sama dia,.
Pas kami mau pergi ke lokasi party, tiba-tiba aja si endda udah markirin motor di depan rumah. Gubrak,!!
Kami semua ngakak-ngakak, apalagi si eme tuh, nyampek berguling-guling dia di kamar aku.. Tapi untung aja si enda gak turun. Dia pergi lagi, mau isi bensin dulu katanya.
Kami gunain kesempatan itu buad kabuuuurr,,, secepat-cepatnya.!!
Sambil nunggu jam 12 teng, kami bertiga muter_^ nyarik lokasi yang pas,soalnya lokasi tujuan utama gak memungkinkan banget. Serem euui.

Beuuh.. Ternyata susah_^ gampang. Kirain jam 12 malem di batam ini sepi, ternyata salah total. Rame banget. Ramenya bukan macem dipasar jugak sih, tapi rame sama anak_^ seumuran kami yang lagi asik nongkrong. Berserak disepanjang jalan. Akhirnya kami putusin buad balek kerumah aku ajah.

Sebelumnya kami sengaja biarin endda nunggu kami lama dirumahku. Biar agak bete sikit dia,, :D itu bagian dari rencana,.
Dengan ide konyolnya si aim, akhirnya kami balek kerumah.
Kami sengaja gak ngerem motor dan parkir di depan rumah, biar agak drama sikit.
Abisnya udah kriuk_kriuk sih.. Ahahah

Sambil nenteng cake didepan mukak lengkap pakek lilin angka 21, si eme jalan menuju rumahku.
Jeng-jeng-jeng.. Entah apa yang terjadi dirumahku, kami pun gak tau. Aku sama aim Cuma perhatiin dari ujung gang rumah. Setelah si eme udah bener-bener kriuk, barulah kami berdua nyusul..
Setelah itu kami makan-makan truz comot_^an gula cake. Ahahah.. Kayak anak_^ aja kan,,??
Harap maklum ya,,, :D soalnya udah lama gak pernah kayak gini.
Ini nih salah satu momen so sweetnya.. intip sikit..

 

Huum.... Apapun yang udah terjadi malam ini, aku Cuma bisa berharap semoga besok lebih indah lagi..
Amiin... :)