Jumat, 04 Oktober 2013

First tresno

"witing tresno jalaran soko kulino".
Mungkin telinga kita udah gak asing lagi ya dengan slogan itu. Slogan dari jawa yang sudah membahana ke seluruh jagat raya. *hahaha
Lagi-lagi ngomongin soal tresno, tresno itu emang gak pernah ada matinya, bukan karna punya banyak nyawa tapi karna tresno mangkalnya di dalam dada bukan di perempatan jalan kayak tresno abang bakso di kampung saya. Kalo tresno yang itu mungkin nyawanya Cuma satu kali yaa,,

Tresno itu bisa kepada siapa saja tanpa memandang rupanya, status sosialnya, usianya, bahkan jenis kelaminnya. Wah,, kalo yang terakhir itu sih sudah tak wajar namanya. Tapi walau bagaimanapun yang seperti itu juga manusia ciptaan Allah yang patut untuk dihargai ya, mungkin nasibnya saja yang kurang beruntung karna belum bisa menjalani hidup dengan sebagaimana kodratnya.

Sebagian besar manusia mengaku telah berulang kali tresno dengan lawan jenisnya hingga mampu dengan pede membuat daftar nama mantan kekasihnya yang sepanjang struk belanja.  Ada yang sengaja berlomba-lomba mengabadikan ketresnoan mereka untuk sekedar dipamerkan dan dibagikan kepada publik. Banyak cara yang bisa dilakukan manusia untuk menunjukkan rasa tresnonya pada suatu hal. Itu bagus. *cakep
 Tapi sayangnya tak banyak yang mau berlomba untuk menunjukkan tresnonya pada penciptanya, yang seharusnya menjadi first tresno manusia. Sejatinya memang bukan hal yang gampang untuk tresno pada sesuatu yang tak terlihat dan hanya bisa dirasa. Tapi justru itulah soulnya. Tresno itu untuk dirasa, bukan dilihat dengan mata. Jadi sebenarnya sejatine tresno iku yo gusti Allah, gak bisa dilihat, tapi selalu ada di dalam dada.

Tresno itu bisa didapat karna terbiasa. Saya sendiri bisa tresno dengan pacar saya karna terbiasa bertemu dengannya. Group band indonesia sekarang pun banyak yang memiliki judul lagu sahabat jadi cinta. Karna itu memang benar adanya, tresno akan hadir seiring dengan kebersamaan. Sebenarnya sahabat dengan pacar itu bedanya tipis saja. Sahabat bisa saja menjadi  pacar, begitupun sebaliknya, pacar bisa juga menjadi sekaligus sahabat. Tinggal pilih saja mau punya pacar atau sahabat. Toh dua-duanya sama tresnonya. Lebih bagus lagi kalu punya kedua-duanya. ;)


Saya sering melihat sebagian besar orang rela mengeluarkan biaya banyak untuk seseorang atau untuk hobi yang ditresnonya. Terkadang saya pun begitu. Tanpa rasa eman, demi untuk memuaskan hasrat saya. Tapi saya juga berfikir, apa yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan ketresnoan saya pada first tresno saya? Sedangkan untuk menjalankan perintahnya saja saya tak selalu iya. Mungkin setelah ini saya harus sering-sering bertemu dan meluangkan waktu denganNya agar saya bisa lebih tresno padaNya. Semoga DIA mau menjadi kekasih sejati saya. *amiin... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar