"witing
tresno jalaran soko kulino".
Mungkin
telinga kita udah gak asing lagi ya dengan slogan itu. Slogan dari jawa yang
sudah membahana ke seluruh jagat raya. *hahaha
Lagi-lagi
ngomongin soal tresno, tresno itu emang gak pernah ada matinya, bukan karna
punya banyak nyawa tapi karna tresno mangkalnya di dalam dada bukan di
perempatan jalan kayak tresno abang bakso di kampung saya. Kalo tresno yang itu
mungkin nyawanya Cuma satu kali yaa,,
Tresno itu
bisa kepada siapa saja tanpa memandang rupanya, status sosialnya, usianya,
bahkan jenis kelaminnya. Wah,, kalo yang terakhir itu sih sudah tak wajar
namanya. Tapi walau bagaimanapun yang seperti itu juga manusia ciptaan Allah
yang patut untuk dihargai ya, mungkin nasibnya saja yang kurang beruntung karna
belum bisa menjalani hidup dengan sebagaimana kodratnya.
Sebagian
besar manusia mengaku telah berulang kali tresno dengan lawan jenisnya hingga
mampu dengan pede membuat daftar nama mantan kekasihnya yang sepanjang struk
belanja. Ada yang sengaja berlomba-lomba
mengabadikan ketresnoan mereka untuk sekedar dipamerkan dan dibagikan kepada
publik. Banyak cara yang bisa dilakukan manusia untuk menunjukkan rasa
tresnonya pada suatu hal. Itu bagus. *cakep
Tapi sayangnya tak banyak yang mau berlomba
untuk menunjukkan tresnonya pada penciptanya, yang seharusnya menjadi first
tresno manusia. Sejatinya memang bukan hal yang gampang untuk tresno pada
sesuatu yang tak terlihat dan hanya bisa dirasa. Tapi justru itulah soulnya.
Tresno itu untuk dirasa, bukan dilihat dengan mata. Jadi sebenarnya sejatine
tresno iku yo gusti Allah, gak bisa dilihat, tapi selalu ada di dalam dada.
Tresno itu
bisa didapat karna terbiasa. Saya sendiri bisa tresno dengan pacar saya karna
terbiasa bertemu dengannya. Group band indonesia sekarang pun banyak yang
memiliki judul lagu sahabat jadi cinta. Karna itu memang benar adanya, tresno
akan hadir seiring dengan kebersamaan. Sebenarnya sahabat dengan pacar itu
bedanya tipis saja. Sahabat bisa saja menjadi
pacar, begitupun sebaliknya, pacar bisa juga menjadi sekaligus sahabat.
Tinggal pilih saja mau punya pacar atau sahabat. Toh dua-duanya sama tresnonya.
Lebih bagus lagi kalu punya kedua-duanya. ;)
Saya
sering melihat sebagian besar orang rela mengeluarkan biaya banyak untuk
seseorang atau untuk hobi yang ditresnonya. Terkadang saya pun begitu. Tanpa
rasa eman, demi untuk memuaskan hasrat saya. Tapi saya juga berfikir, apa yang
bisa saya lakukan untuk menunjukkan ketresnoan saya pada first tresno saya?
Sedangkan untuk menjalankan perintahnya saja saya tak selalu iya. Mungkin
setelah ini saya harus sering-sering bertemu dan meluangkan waktu denganNya
agar saya bisa lebih tresno padaNya. Semoga DIA mau menjadi kekasih sejati
saya. *amiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar